Blog
Saya tidak lagi mengetik. Saya berbicara.
Di depan saya tidak ada editor penuh kurung kurawal. Di depan saya ada mikrofon. Saya menjelaskan apa yang saya inginkan — dalam kalimat utuh, seperti menjelaskannya kepada rekan kerja — dan di ujung sana lahir perangkat lunak. Bukan mainan: produk yang daring, dipakai orang, dan dibayar orang.
Saya tidak punya gelar ilmu komputer. Setahun terakhir, tujuh hal berhasil tayang.
Apa saja hasilnya
Takewrite adalah perkakas untuk naskah sulih suara. Penulisnya mengetik timecode secara manual, ratusan per naskah, sambil bolak-balik melihat antara film dan berkas teks. Takewrite menaruh keduanya dalam satu jendela dan menulis mengikuti gambar yang berjalan. Hasilnya: kira-kira setengah waktu per naskah.
Drohnenschein adalah aplikasi pertama untuk lisensi drone Uni Eropa A1/A3 — persiapan ujian lewat ponsel. SlateCalc mengubah anggaran film, pembagian pendapatan, dan imbal hasil investor menjadi presentasi yang menggerakkan uang, sepenuhnya di peramban. TT-Turniersuche menarik delapan belas federasi daerah dari click-TT ke satu kalender yang bisa disaring — dibuat untuk seorang ayah pemain tenis meja yang lelah membuka delapan belas situs. Lalu ada Gegenüber, ruang tenang untuk dua orang yang sedang sulit saling mendengar. Sebuah klinik hewan di Mexico City. Portofolio seorang pengisi suara.
Tiga tahun lalu saya tidak akan membangun satu pun dari itu. Bukan karena kekurangan ide — ide saya punya. Tetapi antara ide dan produk berdiri tembok sintaks, dan bukan karena saya tidak mau memanjatnya. Saya memang tidak bisa.
Titik sempitnya berpindah
Lama sekali, pengembangan perangkat lunak memihak orang yang mengetik paling cepat. Kelancaran berbahasa mesin adalah keunggulan, seperti dulu orang yang menguasai stenografi. Zaman itu sudah lewat.
Pertanyaan hari ini bukan apakah Anda menulis kode yang rapi. Pertanyaannya adalah apakah Anda bisa menulis penjelasan yang cukup rapi sehingga mesin tidak salah membacanya.
Dan di sinilah menariknya: banyak orang sudah memiliki kemampuan itu tanpa pernah menganggap dirinya orang teknis. Siapa pun yang bisa memberi arahan kepada tim. Siapa pun yang menulis konsep. Siapa pun yang bisa menjelaskan kepada tukang bagaimana kamar mandinya nanti harus terlihat — dan sambil menjelaskan, sadar di bagian mana gambaran di kepalanya masih kabur. Menemukan kekaburan itu sebelum ada yang mulai membangun itulah pekerjaannya. Hanya saja belum pernah diberi nama seperti itu.
Kenapa saya berbicara, bukan mengetik
Berbicara memang lebih cepat daripada mengetik, tetapi bukan itu alasannya. Alasannya, ketika berbicara saya berpikir dalam maksud, bukan dalam perintah.
"Pengguna tidak boleh memasukkan hal yang sama dua kali" adalah kalimat yang saya ucapkan dalam dua detik. Kalau diketik, itu akan menjadi satu jam pekerjaan kecil-kecil, dan di tengah jalan saya akan lupa kenapa saya menginginkannya. Mendiktekan menahan saya tetap di ketinggian masalah, bukan tenggelam di antara bagian-bagiannya. Saya tidak memperhatikan bagaimana saya menyelesaikan sesuatu. Saya memperhatikan ketika ada yang terasa keliru.
Sekarang bagian yang tidak enak
Ini bukan sihir, dan siapa pun yang menjualnya sebagai sihir sedang menjual sesuatu kepada Anda.
AI membuat kesalahan. Kadang ia mengarang, membangun sesuatu yang terdengar masuk akal padahal keliru, dan melakukannya dengan penuh percaya diri. Anda butuh penilaian. Anda harus bisa mengenali ketika ada yang tampak salah, bahkan tanpa membaca setiap baris. Dan tanggung jawab atas apa pun yang tayang tetap ada pada manusia — bahwa datanya aman, bahwa halamannya benar secara hukum, bahwa tidak ada yang dirugikan.
Siapa pun yang mengira cukup meminta lalu menerima produk jadi akan kecewa. Yang Anda dapat adalah rekan kerja yang sangat cepat dan sangat rajin, yang menerima segalanya secara harfiah dan tidak pernah bertanya apakah maksud Anda memang begitu. Sisanya adalah pekerjaan Anda.
Kenapa sekarang, bukan dua tahun lagi
Bukan karena ini sedang tren. Karena ada dua hal yang benar sekaligus.
Pertama, jaraknya sedang lebar. Perkakasnya sudah cukup baik untuk produk sungguhan, tetapi kebanyakan orang belum mencobanya. Mulai sekarang berarti Anda punya satu tahun pengalaman lebih banyak — dan pengalaman justru hal yang tidak bisa dibeli belakangan, saat yang lain sudah menyusul.
Kedua, dan ini yang lebih penting bagi saya: ini bukan soal menggantikan pengembang. Ini soal orang-orang dengan pengetahuan bidang yang nyata akhirnya bisa membangun sendiri. Sutradara sulih suara yang selama dua puluh tahun tahu di mana prosesnya tersendat. Dokter hewan yang bisa menjelaskan persis kenapa membuat janji terasa merepotkan. Ayah pemain tenis meja dengan delapan belas situsnya. Orang-orang ini selalu tahu apa yang kurang. Yang tidak mereka punya adalah jalan dari tahu menjadi ada.
Jalan itu kini terbuka. Dan jalan itu tidak dimulai dengan belajar memprogram. Jalan itu dimulai dengan menuliskan — atau mengucapkan — apa persisnya yang Anda inginkan, cukup jelas sehingga tidak ada lagi yang bisa disalahpahami.
Itu bisa dilatih. Dan itu bisa saya tunjukkan.
Ingin mempelajarinya?
Saya memberi kursus vibe coding — satu lawan satu atau bersama tim Anda, daring maupun tatap muka, dalam bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, atau Spanyol. Ceritakan apa yang ingin Anda bangun.